Eko Nurmahadi (28), seorang pemuda yang diduga memiliki kelainan kejiwaan, membunuh ayah kandungnya, Widodo Hadi (50), dengan sebilah samurai. Bahkan kuatnya sabetan samurai itu, menyebabkan leher Widodo hampir putus.
“Tersangka yaitu Eko, anak kandung korban. Motifnya masih didalami. Diduga karena pemuda itu mengalami gangguan kejiwaan,” kata Kapolres Mojokerto, AKBP Onto Cahyono, kepada wartawan di Desa Kalen, Kecamatan Gondang, Mojokerto, Sabtu (10/4/2010) dinihari.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (9/4/2010) malam. Saat itu, Widodo yang baru datang menjenguk anaknya di rumah Tiani (48), warga Desa Kalen, sedang mencuci pakaian. Tiba-tiba, Eko datang dan menebaskan samurai sepanjang 60 sentimeter ke leher Widodo.
Seketika itu pula, Widodo tewas dengan leher hampir terputus. Peristiwa itu segera dilaporkan ke para perangkat desa dan dilaporkan ke polisi. Dibantu warga, polisi lalu menangkap Eko dan membawanya ke Polres Mojokerto.
Menurut Onto Cahyono, tersangka Eko berada di rumah Tiani selama 4 hari terakhir. Eko menjalani terapi medis karena menderita gangguan jiwa. Eko bukan penduduk setempat, melainkan warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Pagesangan, Kabupaten Banyuwangi.
Karena ingin mengetahui kondisi Eko, Widodo lalu menjenguk anaknya tersebut. Tanpa dinyana-nyana, Widodo malah menghembuskan nafas terakhir akibat dibunuh Eko. “Dari informasi awal, tersangka disebut mengalami gangguan jiwa,” kata Onto.
Setelah melakukan identifikasi, petugas medis lalu membawa jenazah korban ke RSUD Dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto. Sementara sejumlah saksi, termasuk pemilik rumah, Tiani, diperiksa polisi untuk dimintai keterangan.


LinkBack URL
About LinkBacks


Reply With Quote
