Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin meminta pihak luar tidak turut mencampuri persoalan internal, apalagi mengacak-acak NU menjelang Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan pada 22-27 Maret mendatang. "Biarlah NU menyelesaikan masalah internalnya sendiri, jangan kemudian pihak luar tiba-tiba masuk dan mengacak-acak NU," katanya ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (19/3/2010).
Jika NU diacak-acak berarti itu sama dengan mengorbankan bangsa ini.
-- KH Ma'ruf Amin

Kiai yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu mengatakan NU selama ini telah menjadi salah satu pilar bangsa. "Jika NU diacak-acak berarti itu sama dengan mengorbankan bangsa ini. Kami ingatkan hal itu kepada pihak-pihak yang berupaya mengacak-acak NU," katanya.

Terkait suksesi kepimpinan di NU, Ma’ruf Amin meminta para kandidat bersikap elegan dan tidak saling menjelekkan dan menjatuhkan dalam persaingan mereka.

Menurut dia, suksesi kepemimpinan di NU jangan sampai seperti suksesi yang terjadi di dalam partai politik yang tidak jarang diwarnai keributan, karena itu NU harus kembali ke jati dirinya. "Janganlah terjadi perseteruan, apalagi perseteruan antar-kiai. Bermainlah yang cantik dan elegan. Jangan melakukan hal-hal yang tidak layak," katanya.

Ma'ruf meminta semua pihak untuk menghormati dan mengikuti mekanisme pemilihan kepengurusan PBNU di muktamar. "Marilah kita lakukan dengan mekanisme yang telah ditentukan," kata Ma’ruf yang juga salah satu ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut.